Kenapa Keramik Lantai Bisa Terangkat? Lalu Apa Solusinya?

kenapa keramik lantai bisa terangkat

Sering kali kita lihat lantai keramik di rumah jadi terangkat tiba-tiba. Lalu, kenapa keramik lantai bisa terangkat sendiri?

Apa saja penyebab keramik lantai naik?

Bagaimana cara memperbaiki lantai keramik naik? Mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

Rangkuman

Keramik lantai bisa terangkat disebabkan oleh 7 sebab. Yaitu kualitas keramik yang buruk, perekat kurang berkualitas, gangguan cuaca (faktor alam), kesalahan pemasangan, beban yang berat, dan faktor usia.

Penjelasan Lengkap Penyebab Keramik Naik

Ada berbagai penyebab keramik adi terangkat. Dari berbagai faktor penyebabnya, di bawah ini beberapa alasan yang bisa mempengaruhi lantai keramik di rumah jadi terangkat, di antaranya:

1. Kualitas Keramik yang Buruk

lantai terangkat karena keramik yang buruk
Sumber foto: Pexels.com

Kualitas material yang kurang baik, membuat bahan mudah lepas dari perekat. Hal ini yang menyebabkan lantai terangkat meski belum lama terpasang. Maka dari itu, kita perlu untuk memilih bahan berkualitas sebelum lantai dipasang. 

2. Perekat Kurang Berkualitas

Jika menggunakan semen yang sudah kadaluarsa, maka daya rekatnya pun rendah. Bahkan, bisa saja tak membuat keramik rekat sama sekali.

Namun, ada faktor lain yang memengaruhinya. Bisa cara pengadukannya yang kurang benar. Jika bahan tak tercampur dengan sempurna, maka keramik juga akan mudah lepas. Hal ini karena tidak terikat dengan sempurna.

3. Faktor Alam

Faktor alam yang dimaksud bisa berupa pergantian musim dan gangguan cuaca. Berikut beberapa alasan keramik terangkat yang diakibatkan oleh cuaca, di antaranya:

  • Lantai terkena banjir. Hal ini yang membuat air merembes ke bagian bawah dan mengikis perekat.
  • Saat musim kemarau atau ada paparan panas yang ekstrim, itu bisa menyebabkan tanah menjadi kering. Hal ini dapat membuat struktur tanah berubah dan area sekitar jadi bergeser.
  • Gempa bumi bisa saja menggeser lapisan tanah. Sehingga keramik pun lepas dari ikatan perekat.

4. Keramik Tidak Direndam Sebelum Dipasang

Saat bangun rumah kita tahu keramik terdiri dari beberapa jenis menurut ukuran pori-porinya. Jika ukurannya semakin kecil dan sedikit berongga, maka semakin tinggi kualitas keramik.

Apabila menggunakan keramik dengan kualitas rendah, wajib merendam keramik sebelum dipasang. Hal ini bertujuan agar pori-pori bisa terisi penuh dengan air dan tak menyerap cairan dari perekat.

Penyebab dari kurangnya air dapat membuat volume cepat berkurang dan lantai terangkat. Namun, jika keramik yang digunakan sudah berkualitas tinggi, keramik tidak perlu direndam.

5. Kesalahan Pemasangan

Kesalahan memasang keramik saat bangun rumah juga bisa memicu keramik terangkat. Berikut hal-hal yang sering mengakibatkan popping di antaranya:

  • Apabila memasang keramik tidak rata, ada kemungkinan gelembung udara masuk di antara perekat dan keramik. Kita bisa ketahui tanda-tandanya dengan mengetuk lantai lalu terasa kopong.
  • Bagian atas keramik diberi beban sebelum lapisan perekat dan nat mengering. Ini menyebabkan gelembung udara ke adonan dan jadi meluber.
  • Pemasangan celah keramik tidak merata. Ini bisa menyebabkan adanya rongga dan bisa terisi oleh udara.
  • Area yang dipasang keramik tidak bersih. Hal tersebut bisa mengurangi kemampuan perekat pada keramik.

6. Beban yang Berat

Apabila beban terlalu berat berada di atas keramik, itu dapat merusak permukaan keramik. Selain itu, bisa menghancurkan perekat di bawahnya secara perlahan.

Rusaknya perekat dan remuk secara perlahan, dapat membuat timbulnya sebuah rongga yang kemudian diisi oleh udara. Terutama jika terjadi pemuaian. Hal ini bisa menyebabkan keramik jadi terangkat.

7. Faktor Usia

Apabila usia keramik dan lapisannya sudah cukup lama digunakan, bisa menyebabkan lantai keramik terangkat. Nat akan menipis yang menyebabkan udara bisa masuk ke dalamnya.

Keramik yang sudah cukup lama menahan beban juga bisa pecah. Apalagi bisa saja ada tekanan dari bawah bumi yang menggerus kekuatan keramik.

Lantai keramik memang butuh perlakuan khusus saat sudah tua dibanding lantai lain. Berbanding terbalik dengan lantai vinyl yang mudah dipasang dan dilepas bila dibandingkan dengan keramik.

Baca Juga: Apa itu Lantai Vinyl? Intip Penjelasannya di Sini

Cara Memperbaiki Keramik Lantai Naik

Untuk memperbaiki dan mencegah keramik lantai terangkat, maka kita bisa lakukan cara di bawah ini, yaitu:

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan yaitu bahan perekat terdiri dari semen, pasir, dan air (adonan instan seperti mortar). Sedangkan peralatannya untuk membuat adonan, seperti wadah, pengaduk semen, takaran, dan lain-lain.

Mempersiapkan Alat dan Bahan untuk solusi keramik terangkat

Selain itu, ada peralatan lain yang bisa digunakan yaitu palu, alat pemecah keramik, aplikator perekat, keramik pengganti material yang pecah, dan thinner.

2. Menandai Keramik yang Terangkat

Dengan memberi tanda, tentu akan memudahkan kita dalam proses penggantian keramik.

3. Singkirkan Peralatan Tak Digunakan

Setelah selesai mengganti keramik, singkirkan palu dan alat pemecah keramik. Kemudian bersihkan sisa-sisa pecahan keramik. Pastikan tak ada debu atau sisa kotoran yang tertinggal.

Tak lupa untuk bersihkan sisa-sisa perekat di area lantai atau dinding dengan thinner.

4. Rendam Keramik

Jika keramik yang akan dipasang memiliki pori-pori berukuran besar, sebaiknya rendam keramik minimal selama 20 menit. Nanti akan ada gelembung air sebagai tanda pori-pori sudah terisi.

5. Buat Adonan

Buatlah adonan semen, pasir, dan air dengan perbandingan 1:6:1 atau bisa gunakan acian instan. Aduk campuran hingga merata. Setelah itu adonan siap jadi perekat lantai.

6. Pemasangan Keramik

Aplikasikan perekat pada area yang akan dikerjakan dengan ketebalan 2 – 4 milimeter. Kemudian pasang keramik yang sudah direndam di atas perekat. Bila sudah berpengalaman, langkah ini bisa dilakukan dengan cepat dan presisi.

Setelah itu, aplikasikan nat di antara keramik yang sudah terpasang. Kita bisa tunggu hasilnya sekitar 4 jam agar lapisannya mengering.

Setelah pemasangan nat, usahakan untuk tidak memberi beban di atasnya sekitar 24 jam. Lalu, bersihkan sisa nat dan kotoran yang menempel.

Akhir Kata

Pada akhirnya, saat kita melihat keramik lantai di rumah ada yang terangkat, kita bisa gunakan cara di atas untuk memperbaikinya atau bahkan mencegahnya. Dengan begitu, lantai keramik yang digunakan sebagai alas akan tetap aman saat dipijak.

Terkait itu, ada saran yang boleh jadi sangat membantu kita kedepannya, yaitu hubungi Mitrabangun.id untuk bangun rumah dan renovasi dengan pemasangan lantai yang berkualitas.