Air jadi salah satu kebutuhan yang penting untuk makhluk hidup. Manfaat turunnya air hujan di bumi ialah menjaga ekosistem. Lalu, bagaimana kita membuat air hujan tetap bermanfaat dari rumah? Kita bisa buat sumur resapan air hujan seperti di bawah ini.
1. Pengenalan Sumur Resapan Air Hujan
Dilansir dari BlockBusters, sumur resapan (Soakaway) terdiri dari lubang yang digali di tanah dan diisi puing-puing, peti plastik, atau lainnya sesuai tipe sumur resapan. Secara garis besar, sumur resapan adalah alat untuk membuat air permukaan mengalir perlahan dan meresap ke dalam tanah, alih-alih menumpuk.
2. Tujuan dan Manfaat Sumur Resapan Air Hujan di Rumah
Tujuan utama dari adanya sumur resapan yaitu menyebarkan air yang berasal dari area kedap air (seperti paving) ke dalam tanah. Ada banyak manfaat dari sumur resapan di antaranya seperti di bawah ini…
a. Sebagai Sumber Irigasi
Kita bisa gunakan sumur resapan, jika saluran irigasi di rumah sedang rusak atau diperbaiki. Adanya sumur resapan ini bisa menggantikan sumber irigasi sementara.
Hal ini karena teknologi yang digunakan untuk sumur dan irigasi hampir sama. Maka dari itu, sumur resapan juga memiliki peran penting dalam proses irigasi.
b. Sebagai Alternatif Saluran Air
Jika kita mengandalkan air pam untuk kehidupan sehari-hari di rumah, kadang air pam tersebut bisa mengalami masalah. Bisa berupa pipa pecah, atau perbaikan lainnya yang membuat kita perlu alternatif lain dalam menggunakan air.
Sumur resapan inilah yang menjadi alternatif lain, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber air cadangan sementara.
Sedangkan menurut PM247, ada sekian manfaat yang jadi alasan mengapa banyak penghuni rumah menggunakan sumur resapan, penjelasannya ada di bawah ini:
a. Ramah Lingkungan

Adanya sumur resapan ini, membuat penyaringan secara alami dan menghindari beban tambahan pada sistem drainase utama di rumah.
b. Hemat Biaya
Setelah terpasang, sumur resapan tak butuh banyak perawatan. Bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun. Tentu, ini bermanfaat dalam waktu yang panjang.
c. Tidak memerlukan izin khusus
Menyerap air hujan dari atap atau teras tak perlu lagi izin pembangunan secara khusus.
d. Melindungi rumah dan taman
Sumur resapan terbukti mencegah genangan air di sekitar bangunan. Hal ini bermanfaat juga melindungi kerusakan struktur dan taman dalam jangka waktu yang panjang.
e. Mendukung drainase perkotaan
Adanya sumur resapan, sama saja seperti mendukung sistem pengelolaan air yang berkelanjutan di kawasan perkotaan (Sustainable Urban Drainage).
3. Persiapan Membuat Sumur Resapan Air Hujan di Rumah
Dilansir dari PM247, sebelum mengetahui bagaimana cara membuat sumur resapan air hujan di rumah, kita perlu siapkan alat-alat dan material yang diperlukan.
Daftar Material yang diperlukan:
- boks plastik yang mudah dipasang
- geotekstil
- pipa PVC drainase untuk bawah tanah
- kerikil kasar atau batu split (opsional)
Daftar Alat yang diperlukan:
- sekop atau alat penggali
- waterpass
- meteran
- gergaji besi (untuk memotong pipa drainase)
- bor atau hole saw (jika diperlukan untuk menyambung pipa ke modul resapan)
4. Langkah Membuat Sumur Resapan Air Hujan
Berikut langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sumur resapan air hujan, yaitu:
1. Cek lokasi sumur dan kesuaian tanah
Pastikan bahwa lokasi sumur resapan berjarak minimal 5 meter dari rumah dan 2,5 meter dari lahan tetangga. Hal ini untuk menghindari dampak ke struktur bangunan rumah dan tetangga.

Sebelum melakukan penggalian, sebaiknya lakukan uji perkolasi. Uji perkolasi yaitu metode yang dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat air meresap ke dalam tanah.
Gali lubang kecil berukuran 300 mm x 300 mm, lalu isi dengan air. Setelah itu catat berapa lama air tersebut akan meresap ke dalam tanah. Jika dalam 24 jam air tersebut belum habis, maka kita perlu mencari lokasi di titik lain. Jika sudah mencoba semua titik lokasi masih tidak bisa, maka kita bisa gunakan saluran drainase lain.
Ingat, lokasi sumur resapan terbaik ada di titik terendah halaman rumah.
2. Rencanakan jalur
Tentukan bagaimana rencana jalur pipa drainase dari talang air huja atau saluran air menuju sumur resapan.
3. Gali parit dan lubang sumur resapan
Pada umumnya, untuk skala rumah tangga ukuran sumur resapan sekitar 1 meter kubik (1 m x 1 m x 1 m). Untuk menggali lokasi tanah tersebut bisa gunakan sekop atau mini excavator.
Untuk parit pipa drainase, wajib memiliki kemiringan kecil yang idealnya 1:40. Ini dilakukan agar air dapat mengalir dengan bantuan gravitasi.
Jika masalah genangan air cukup besar, maka kita perlu sumur resapan yang lebih besar juga.
4. Lapisi Lubang dengan Membran

Lapisi semua lubang dan parit menggunakan membran sumur non woven (kain berpori). Ini bertujuan untuk mencegah penyumbatan sistem dan tetap memberi kesempatan air terserap dengan baik.
5. Pasang modul/ boks sumur resapan

Masukkan modul sumur resapan (soakaway crates) ke dalam lubang. Sebagian besar modul dirancang saling mengunci dan dapat ditumpuk. Lalu, sambungkan pipa drainase ke modul (mungkin diperlukan membuat lubang masuk memakai hole saw).
6. Bungkus dan timbun kembali
Bungkus seluruh bagian atas modul dengan membran hingga semuanya tertutup. Lalu, timbun dengan tanah galian dan padatkan secara perlahan.
Untuk meningkatkan daya resap, bisa dengan lapisan kerikil atau batu kecil di atas modul sebelum ditutup dengan tanah.
7. Sambung kembali dan uji
Sambung talang hujan atau saluran air ke sistem yang baru. Lalu untuk memastikan saluran bekerja dengan baik, tuang air ke saluran. Pastikan tak ada kebocoran atau penyumbatan.
Akhir Kata
Pada akhirnya, ada banyak hal penting yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga bumi, salah satunya dengan membuat sumur resapan air hujan di rumah. Memiliki sumur resapan air hujan juga bisa cegah banjir di rumah. Maka dari itu, ada solusi yang bisa sangat membantu, yaitu coba tekan tombol di bawah untuk solusi bangun rumah dan renovasi agar lahan hunian bisa menyerap air hujan dengan baik.
