syarat membuat akta jual beli tanah

Syarat membuat akta jual beli tanah jadi hal penting bagi pemilik rumah. Khususnya bila kita akan berurusan dengan sebidang tanah. Betul?

Dalam artikel ini kita akan lihat beberapa persyaratan dan proses akta jual beli tanah. Sehingga kita bisa mengurus ajb dengan tepat, lancar, dan aman. Penasaran?

Syarat Dokumentasi AJB

Saat hendak membuat akta jual beli tanah, diperlukan beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.

Hal tersebut sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Ada beberapa syarat dokumentasi membuat akta jual beli tanah:

  1. Sertifikat tanah asli
  2. Fotokopi sertifikat tanah
  3. Bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) 5 tahun terakhir
  4. Surat Tanda Terima Setoran (STTS) untuk melengkapi PBB
  5. Izin Mendirikan Bangunan asli alias IMB
  6. Bukti bayar PBB, tagihan listrik, dan air
  7. Surat roya atau bukti pelunasan jika properti pernah menjadi jaminan bank
  8. Bukti pemeriksaan keaslian sertifikat tanah ke BPN

Syarat Khusus Penjual dan Pembeli

Mengacu  dalam Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Ada beberapa persyaratan khusus untuk penjual dan pembeli tanah. Kurang lebih akan dijabarkan lengkap di bawah.

Pertama pastikan kita memiliki fotokopi KTP suami dan istri. Lalu ada fotokopi kartu keluarga (KK) dan Fotokopi surat nikah.

Setelah itu penting juga untuk memiliki Fotokopi NPWP untuk urusan pajak. Pastikan juga tanah yang diperjual belikan dilengkapi dengan Surat ahli waris agar tak jadi masalah di kemudian hari.

Proses Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

Seperti yang sudah kita lihat sebelumnya, membuat Akta Jual Beli tanah bisa melalui PPAT yang disesuaikan dengan lokasi properti berada.

proses pembuatan akta jual beli tanah
Sumber: Rumaindo.com

Untuk prosedur pembuatannya, simak langkah-langkah di bawah ini.

  1. Mengumpulkan seluruh persyaratan dokumen ke PPAT, kemudian seluruh berkas akan diperiksa, termasuk mengecek bukti bayar PBB untuk memastikan tidak ada tunggakan.
  2. Petugas PPAT memastikan keaslian sertifikat tanah ke BPN untuk memeriksa tanah tidak ada sengketa atau jaminan bank.
  3. Petugas PPAT memeriksa surat persetujuan penjualan dari suami dan istri. Apabila ada ahli waris, maka wajib ada surat keterangan kematian.
  4. Menyerahkan bukti pembayaran pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% dari harga transaksi BPHTB.
  5. Setelah seluruh dokumen diverifikasi, lalu ada penandatanganan akta yang wajib dihadiri pihak penjual, pembeli, dan saksi dari petugas PPAT setempat.

Dalam kondisi tidak ada sengketa, proses pembuatan biasanya perlu waktu selama 30 hari kerja. Sebelum kita bayar biaya Akta Jual Beli tanah, biasanya PPAT akan meminta kita melunasi beberapa hal seperti di bawah ini:

  • PPh sebesar 5% dari harga lahan yang dibayarkan;
  • Pajak penjual;
  • BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi NJOPTKP dan NJOP.

Ketentuan biaya pembuatan Akta Jual Beli tanah ini diatur Kementerian ATR/BPN dalam Peraturan Menteri ATR No.33 Tahun 2021 tentang Uang Jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Dijelaskan dalam pasal 1, uang jasa PPAT dalam pembuatan AJB jangan lebih dari 1% nilai transaksi. Biaya itu sebagai honor saksi dalam pembuatan akta.

Kesimpulan

Pada akhirnya akta jual beli tanah jadi hal yang perlu diperhatikan. Kita sadar pentingnya mengetahui AJB untuk jangka panjang. Sehingga rumah bisa jadi tempat yang nyaman dengan tanah yang bebas untuk dihuni.

Terkait soal rumah, ada saran yang boleh jadi membantu kita kedepannya. Yaitu cek Mitrabangun.id via website dan media sosial untuk beragam inspirasi bangun rumah dan renovasi yang berkualitas!

Similar Posts