9 Cara Menghemat Air di Rumah ala Arsitek

cara menghemat air

Krisis iklim dan langkanya air bersih membuat kita bertanya-tanya “Bagaimanakah cara mengehemat air di rumah dengan jenius?” Di sini kita cari tahu solusi ala arsitek dan pakar hidrologi pada desain bangunan dan lanskap yang efisien.

Di bawah ini, beberapa cara hemat air ala arsitek dan pakar melalui hasil kajian ilmu bangunan dan hidrologi, agar rumah kita bisa hemat air dan ramah lingkungan!

1. Pasang Perangkat Sanitasi Hemat Air

Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah mengandalkan shower dan kran berteknologi aliran rendah (low-flow) serta toilet dual-flush. Menurut majalah GBD Magazine, memasang shower yang hemat air dan toilet dengan desain khusus dapat mengurangi penggunaan air secara signifikan tanpa mengorbankan kenyamanan.

cara menghemat air dengan shower

Misalnya, shower aerator kita atur agar semprotan airnya lebih halus dan volume air bisa lebih sedikit. Lalu toilet dengan dual-flush memungkinkan kita memilih volume air yang berbeda untuk kebutuhan besar atau kecil.

2. Panen Air Hujan (Rainwater Harvesting)

Cara kedua yang bisa kita lakukan adalah mengarahkan air hujan. Ya, betul, mengarahkan air hujan! Arahkan aliran air hujan ke tangki penampungan. Sistem panen air hujan seperti ini dapat menyimpan curah hujan untuk keperluan rumah tangga. Lengkapi tangki dengan saringan agar air tetap bersih.

3. Daur Ulang Air Bekas (Greywater Reuse)

Manfaatkan “air limbah ringan” sebagai sumber penyiraman. Air bekas cucian beras (leri) dan cuci pakaian yang belum banyak terkontaminasi deterjen dapat dikumpulkan untuk menyiram tanaman dan rerumputan.

Misalnya, Prof. Hadi Arifin (IPB) menyarankan air bilasan beras untuk menyiram tanaman hias dan air cucian pakaian untuk rerumputan.

4. Utamakan Shower Dibandingkan Gayung

Saat mandi, gunakan shower alih-alih gayung (ember mandi). Shower semprotkan air merata dan ternyata lebih hemat untuk durasi yang sama. Lalu, biasakan menghentikan aliran air sementara saat badan sedang disabuni.

5. Menyisihkan Air AC

Ternyata ada fakta unik tentang air AC. Pendingin udara alias AC dapat mengeluarkan air yang murni dari kondensasi. Misalnya, AC ½ PK dalam ruangan kecil bisa menghasilkan sekitar 20 liter air bersih dalam kurung waktu 8 jam. Maka kita bisa tampung air AC tersebut dan gunakan untuk menyiram.

6. Sediakan Lahan untuk Taman Resapan

Saat menentukan desain rumah, jangan lupa sediakan lahan bagi taman resapan yang menampung dan menyaring air hujan. Rain garden adalah kebun yang dilapisi kerikil, pasir, dan lapisan penyaring, yang mampu menampung aliran hujan sebelum masuk ke tanah.

Sebenarnya konsep ini berasal dari ilmu hidrologi, di mana air akan ditampung dulu secara lokal sebelum nantinya diserap oleh tanah.

7. Cek dan Perbaiki Kebocoran

cara menghemat air di rumah ala kontraktor

Dilansir dari EPA (United States Enviromental Protection Agency) rata-rata rumah tangga kehilangan air hampir 10.000 galon (±38 m³) per tahun hanya karena kebocoran kecil pada pipa dan keran. Periksa keran, toilet, dan sambungan pipa secara berkala. Lalu ganti washer atau flapper yang bocor. Menurut EPA, memperbaiki kebocoran sederhana dapat menekan tagihan air hingga sekitar 10%. Angka yang luar biasa.

8. Optimalkan Lanskap dan Drainase

Saat menentukan desain rumah, atur tata letak halaman agar bisa menangkap air hujan. Misalnya, buat permukaan halaman jadi agak miring ke kolam atau taman, agar air yang tergenang di sekitar tanaman, tidak langsung terbuang. Sistem drainase pada halaman depan itu penting.

Baca Juga: Pentingnya Drainase untuk Masyarakat, Apa itu?

9. Bisa Pilih Tanaman Tahan Kering

Pilih tanaman asli atau sukulen yang tahan panas dan minim kebutuhan penyiraman. Arsitek lanskap modern sering mengadopsi xeriscape: taman dengan tanaman seperti agave, kaktus, atau bunga hutan kering. Misalnya, pada proyek Cowboy Modern Desert Eco-Retreat, arsitek Jeremy Levine memilih ratusan spesies tanaman gurun yang tahan kering.

Akhir Kata

Pada akhirnya rumah yang kita miliki harus bisa membantu dalam menghemat air. Ini bukan hanya soal uang, melainkan soal bumi yang harus kita jaga.

Terkait itu, ada saran yang boleh jadi membantu kita kedepannya. Yaitu hubungi Mitrabangun.id untuk kebutuhan bangun rumah dan renovasi dengan sistem hemat air.